Oleh: smkn1salatiga | November 3, 2010

Tentang NISN

Silahkan Download Formulir Pengajuan NISN baru, silahkan download formulirnya  disini

Silahkan Download Formulir Perbaikan Biodata / Tingkat Siswa, silahkan download formulirnya  disini

Silahkan Download Formulir Pengajuan Pindah / Keluar Siswa, silahkan download formulirnya  disini


Oleh: smkn1salatiga | Mei 4, 2010

PSB

SMK Negeri 1 Salatiga berdiri sejak tanggal 25 Mei 1968, sampai dengan saat ini memiliki 6 Program keahlian/Kompetensi Keahlian yaitu ;

  1. Akuntansi
  2. Administrasi Perkantoran
  3. Penjualan/Pemasaran
  4. Tata Kecantikan
  5. Tata Busana
  6. Tata Boga

Seluruh kegiatan belajar mengajar ditiap-tiap program keahlian didukung dengan fasilitas praktik yang memadai sehingga memungkinkan dikembangkan kegiatan belajar dengan komposisi 30% teori dan 70% Praktik.

FASILITAS YANG TERSEDIA

  1. 28 ruang teori yang representatif
  2. Laboratorium Bahasa
  3. Laboratorium Komputer
  4. Laboratorium mengetik manual
  5. Laboratorium multimedia
  6. Laboratorium Akuntansi
  7. Laboratorium Adm. Perkantoran
  8. Laboratorium Penjualan
  9. Laboratorium Tata Kecantikan
  10. Laboratorium Tata Boga (Restoran)
  11. Laboratorium Tata Busana
  12. Perpustakaan
  13. Lapangan Olah Raga
  14. AULA
  15. Mushola

Daya tampung siswa Penerimaan Siswa Baru pada Tahun Pelajaran 2010/2011 sejumlah 12 kelas dengan penyebaran pada 6 program keahlian/Kompetensi Keahlian yang ada.

Persyaratan untuk dapat diterima sebagai siswa SMK N 1 Salatiga terdiri dari 2 persyaratan, yaitu :

Persyaratan umum

  • Telah Lulus Ujian jenjang pendidikan SMP atau sederajat
  • Menyerahkan SKHUN asli
  • Menyerahkan Fotocopy Ijazah SMP atau sederajat
  • Menyerahkan Pas Photo Pendaftaran 3 x 4 sejumalh 10 lembar
  • Membayar uang pendaftaran
  • Menyerahkan seluruh berkas pendaftaran kepada panitia
  • Belum melampaui batas usia masuk SMK saat mendaftar
  • Menyerahkan Foto copy Akta kelahiran atau bukti lain
  • Usia maksimal pendaftar 21 tahun pada awal tahun pelajaran

Persyaratan Khusus

  • Lolos seleksi nilai UN sesuai persyaratan yang berlaku
  • Lolos tes interview minat dan bakat di program yang dipilih
  • Lolos tes kepribadian yang dilaksanakan di tiapprogram keahlian
Oleh: smkn1salatiga | Februari 6, 2010

Menciptakan Budaya Sekolah

Menurut Deal dan Peterson (1999), budaya sekolah adalah sekumpulan nilai yang melandasi perilaku, tradisi, kebiasaan keseharian, dan symbol-symbol yang dipraktikkan oleh Kepala Sekolah, guru, petugas administrasi, siswa dan masyarakat sekitar sekolah. Budaya sekolah merupakan ciri khas, karakter atau watak, dan citra sekolah tersebut di masyarakat luas. Menciptakan budaya sekolah sesuai visi dan misi sekolah sesuai visi dan misi sekolah bisa menciptakan karakter yang kuat pada siswa, jujur, kreatif, inovatif, budaya kerja keras, mampu menjadi tauladan, dan cukup dalam memimpin serta dapat menjawab tantangan akan kebutuhan sumber daya manusia yang dapat berperan dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Budaya sekolah satu dengan sekolah yang lain berbeda. Setiap sekolah mempunyai karakteristik yang diunggulkan dan menjadi kebanggaan dari sekolah tersebut, contohnya adalah budaya salam, dimana setiap kali bertemu (guru, siswa, orang tua) saling mengucapkan salam dan berjabat tangan dengan sapaan sopan dan senyum yang menawan; Upacara bendera yang rutin dilaksanakan setiap hari senin dan hari-hari bersejarah dengan tujuan untuk memupuk rasa cinta tanah air, kedisiplinan dan mengingat jasa para pahlawan yang telah gugur; Selesai upacara menyanyikan mars sekolah dan diakhiri janji siswa; Pertemuan wali kelas dengan siswa yang terjadwal untuk berbagi informasi; tadarus dan kebaktian yang terjadwal sebelum pelajaran dimulai untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Menciptakan budaya sekolah sesuai visi dan misi disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta berlandaskan kepada iman dan taqwa kepada Tuhan.

Karena budaya sekolah itulah tertanam siswa, maka para siswa jauh dari narkoba, merokok, minuman keras, tawuran antar pelajar, dan penyakit kenakalan remaja lainnya. Budaya sekolah terbentuk dari eratnya kegiatan akademik dan kesiswaan, seperti dua sisi mata uang logam yang tak dapat dipisahkan. Melalui kegiatan ekstrakurikuler yang beragam dalam bidang keilmuan, keolahragaan, dan kesenian membuat siswa dapat menyalurkan minat dan bakatnya masing-masing. Perpaduan semua unsur menjadi THREE IN ONE baik, siswa, guru dan orang tua yang bekerjasama dalam menciptakan komunitas yang lebih baik melalui pendidikan yang berkualitas serta bertanggungjawab dalam meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah, menjadikan sekolah itu unggul dan favorit di masyarakat. Kerjasama dengan lembaga yang terkait untuk meningkatkan prestasi siswa di sekolah, serta menjadikan sebagai objek penelitian dalam menghadapi berbagai macam lomba. Contoh lomba karya ilmiah remaja (KIR). Sekolah bisa bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DPLH) atau Badan Lingkungan Hidup (BLH), Universitas terdekat atau dengan LIPI.

Seiring berjalannya waktu dalam menjawab tantangan global, negara kita sangat memerlukan kaum muda dengan jiwa kepemimpinan yang handal dalam aspek kehidupan. Untuk itu diperlukan wadah sebagai tempat untuk melatih jiwa kepemimpinan kaum muda. Apabila di sekolah ada OSIS, di kampus ada Resimen Mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Semuanya itu bertujuan untuk menggemleng jiwa kepemimpinan. Dengan berbagai pelatihan yang bervariasi, Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK), bisa di laksanakan di luar lingkungan sekolah. Dengan berlatih di alam terbuka, selain menikmati alam juga hati siswa merasa senang. pepatah mengatakan tak bisa karena tidak biasa dan tidak berani mencoba. Bisa karena biasa dan berani untuk selalu mencoba. Harapan penulis marilah kita ciptakan budaya sekolah sesuai dengan visi dan misi sekolah. Bangsa yang maju adalah bangsa yang selalu menjunjung dan bangga dengan kebudayaannya sendiri, dan menerapkan dalam perilaku kehidupan sehari-hari.

Oleh: smkn1salatiga | Februari 1, 2010

PHBM

Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan kebudayaan yang penuh dinamika dan perkembangan. Dengan demikian perubahan dan pengembangan pendidikan adalah sutau hal yang memang seharusnya dilakukan sejalan dengan perubahan budaya kehidupan yang terjadi.

Hal ini mengandung konsekuensi bahwa penyempurnaan/perbaikan pendidikan khususnya pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah untuk mengantisipasi kebutuhan dan tantangan masa depan yang perlu terus menerus dilakukan dan diselaraskan dengan perkembangan kebutuhan dunia usaha/industri, perkembangan dunia kerja, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Banyak faktor yang mempengaruhi mutu produk pendidikan dan pelatihan, diantaranya kurikulum, tenaga kependidikan, sarana prasarana, alat & bahan, manajemen sekolah, lingkungan (iklim kerja), infrastruktur, kerjasama industri instansi terkait dan masyarakat.

Menghadapi era globalisasi dewasa ini, sumber daya manusia yang merupakan modal dasar untuk menghadapi perkembangan jaman, perlu dipersiapkan dalam waktu sedini mungkin, sehingga dapat diharapkan mampu mengantisipasi problematika sosial yang demikian kompleks. Dan mengingat bahwa tanggung jawab pendidikan sebagai tulang punggung dalam membina dan mengembangkan sumber daya manusia, harus disertai oleh sarana pendukung yang dengan itu dapat terciptanya sumber-sumber daya yang mampu bersaing dalam pasar bebas di masa yang akan datang.

Oleh: smkn1salatiga | Januari 30, 2010

VISI, MISI & TUJUAN

VISI

Menjadi SMK Berstandar Nasional yang menghasilkan lulusan yang Kompeten, Beriman dan Kompetitif di tingkat Nasional & Global

MISI

  1. Mengembangkan kegiatan belajar mengajar dengan standar kompetensi nasional berdasarkan iman dan taqwa.
  2. Mengintensifkan kerjasama dengan dunia usaha dan dunia industry atau instansi pemerintah dan swasta.
  3. Mengembangkan potensi dan kreatifitas siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler.

TUJUAN

  1. Pada tahun ketiga jumlah siswa Uji Kompetensi yang terserap pada DU/DI yang relevan mencapai 50%.
  2. Pada tahun ketiga jumlah siswa peserta ujian nasional yang memperoleh nilai matematika 5,6 mencapai 60%.
  3. Pada tahun ketiga jumlah siswa peserta ujian nasional yang memperoleh nilai skor TOEIC 405 atau nilai ujian nasional bahasa Inggris 7,01 mencapai 50%.
  4. Pada tahun ketiga jumlah siswa peserta ujian nasional yang memperoleh nilai bahasa Indonesia 7,01 mencapai 50%.
  5. Pada tahun ketiga menyelenggarakan minimal satu mata diklat dengan pengantar bahasa Inggris.

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.